
Pada suatu kali, ia menerima sebuah surat dari penggemarnya yang bertanya, "Mengapa Allah memilih Anda untuk menerima penyakit buruk itu."
Hari ini saya tidak bertanya kepada Allah saat saya sakit, "Mengapa Saya?"
HAVE A GOOD DAY & GOD BLESS YOU....

Ada dua orang gadis, salah satu dari mereka cara berpikirnya MATEMATIS (M) dan yang lainnya cara berpikirnya mengandalkan LOGIKA (L) . Mereka berdua berjalan pulang melewati jalan yang gelap, dan jarak rumah mereka masih agak jauh. Setelah beberapa lama mereka berjalan...
Anda pasti pernah dengar atau bahkan sudah baca buku best seller karya Stephen R.Covey, The 7 Habits of Highly Effective People, yang sekarang sudah menjadi 8 Habits. Selain itu, sudah berapa banyak buku motivasi, pengembangan diri, atau kiat-kiat sukses yang pernah kamu baca selama ini? Dan adakah pengaruhnya yang kuat dalam peningkatan kualitas hidup kamu? Atau justru hanya "buku dongeng pelipur lara" yang dibaca ketika kamu lagi down? Atau malah biar dilihat orang baca buku best seller?Buku yang baru saja kubaca, sampai saat ini belum terkategori sebagai best seller. Namun, selama yang aku baca, buku karya Darmadi Darmawangsa & Imam Munadhi dengan judul "Fight Like a Tiger, Win Like a Champion" gak kalah dengan karangan Stephen. Secara buku ini ditulis dalam bahasa Indonesia sehari-hari, pasti lebih mudah diresap dan dipahami. Dan dengan melibatkan contoh-contoh general yang rata-rata dihadapi semua umat, aku commit menyatakan buku ini pas buat aku.
“Apa rahasia di balik fenomena sukses-gagal?”
“Bagaimana mempersiapkan dan mewujudkan hidup yang lebih berkualitas?”
“Bagaimana merespons perubahan hidup secara positif dan konstruktif?”
“Bagaimana menemukan strategi jitu dalam merespons setiap kegagalan?”
“Apakah ‘benang merah’ yang membedakan antara para juara dengan mereka yang bermimpi menjadi juara?”
“Bagaimana menemukan dan mendayagunakan kekuatan dahsyat yang bersemayam dalam diri Anda?” dan sebagainya.
Seluruh isi buku merupakan panduan strategis, taktis, dan praktis bagi setiap pembacanya untuk menyelami perinsip-perinsip universal tentang kesuksesan yang berlaku sepanjang masa, karena sesungguhnya… “THERE’S NO SHORT CUT TO SUCCESS!".
The Power of Positive Attitude
The Power of Belief
The Power of Goals
The Power of Failures
Saya akhirnya mengerti arti kesuksesan yang sesungguhnya, bukan ketika saya sukses tetapi lebih ketika saya gagal.Darmadi Darmawangsa
The Power of Motivation
Ketika manusia mempunyai motivasi yang tinggi, sangatlah mudah untuk mencapai sesuatu yang mustahil. Namun ketika mereka tidak termotivasi, sangat mustahil untuk mencapai sesuatu yang mudah.Robert F. Kennedy
The Power of Awareness
The Power of Integrity
Dan seorang remaja berkata, bicaralah pada kami tentang Persahabatan.Dan dia menjawab:
Sahabat adalah keperluan jiwa, yang mesti dipenuhi.
Dialah ladang hati, yang kau taburi dengan kasih dan kau tuai dengan penuh rasa terima kasih.
Dan dia pulalah naungan dan pendianganmu.
Kau menghampirinya saat hati lupa dan mencarinya saat jiwa ingin kedamaian.
Bila dia berbicara, mengungkapkan fikirannya, kau tidak takut membisikkan kata ”Tidak” di kalbumu sendiri, pun tidak kau menyembunyikan kata “Ya”.
Dan bilamana dia diam, hatimu berhenti dari mendengar hatinya; karena tanpa ungkapan kata, dalam persahabatan, segala fikiran, hasrat, dan keinginan dilahirkan bersama dan dipertemukan dengan kegembiraan tiada terkirakan.
Di kala berpisah dengan sahabat, janganlah kau berdukacita; Karena yang paling kau kasihi dalam dirinya, mungkin kau nampak lebih jelas dalam ketiadaannya, bagai sebuah gunung bagi seorang pendaki, nampak lebih agung daripada tanah ngarai dataran.
Dan tidak ada maksud lain dari persahabatan kecuali saling memperkaya jiwa.
Karena cinta yang mencari sesuatu di luar jangkauan misterinya, bukanlah cinta , tetapi sebuah jala yang ditebarkan: hanya menangkap yang tidak diharapkan.
Dan persembahkanlah yang terindah bagi sahabatmu.
Jika dia harus tahu musim surutmu, biarlah dia mengenali pula musim pasangmu.
Apa gunanya sahabat jika kau mencarinya untuk sekadar bersama dalam membunuh waktu?
Carilah ia untuk bersama menghidupkan sang waktu!
Karena dialah yang bisa mengisi kekuranganmu, bukan mengisi kekosonganmu.
Dan dalam manisnya persahabatan, biarkanlah ada tawa ria dan kegembiraan...
Karena dalam titisan kecil embun pagi, hati manusia menemui fajar dan gairah kehidupan.
(Khalil Gibran)
Seperti dikumandangkan para seniman dalam propaganda karyanya, cinta itu universal. Cinta tidak sebatas hubungan lawan jenis semata, melainkan juga cinta pada lingkungan, cinta pada alam, cinta pada teman, cinta pada orangtua, dan lain-lain. Dari sekian banyak jenis cinta yang ada, satu yang jarang diangkat ke permukaan adalah cinta pada pekerjaan. Padahal serba-serbi cinta dengan lawan jenis nyaris setali tiga uang dengan konsep cinta dalam dunia pekerjaan. Tidak percaya? Coba simak terus tulisan ini.Bahasa cinta 1: Tak berjumpa sehari, rindu yang terasa seperti seminggu tak bertemu. Makan tak enak, tidur tak nyenyak.
Bahasa kerja 1: Tidak beraktivitas dalam sehari, rasanya ada sesuatu yang kurang dalam hidup ini. Perasaan gelisah, sebab bagaimanapun kerja memuaskan kebutuhan akan berprestasi di dalam diri. Dengan bekerja, kita merasa berguna. Bagi mereka yang posesif (baca: workaholic) terhadap pekerjaannya, setiap kali meninggalkan kantor akan terus-menerus memikirkan sejauh mana tugas yang didelegasikan pada rekan atau bawahan telah ditangani, apakah meja kerja tetap rapi.
Bahasa cinta 2: Cinta pada pandangan pertama membuat batin tersiksa.
Bahasa kerja 2: Belum banyak yang Anda tahu tentang lingkungan dan beban yang dituntut dari suatu pekerjaan, namun Anda sudah terlanjur tertarik. Anda ingin segera mengajukan surat pengunduran diri dan menemukan segala cara untuk pindah ke sana. Semakin lama menunggu, semakin Anda penasaran.
Bahasa cinta 3: Cinta monyet, terkadang menyakitkan namun indah untuk dikenang.
Bahasa kerja 3: Karena kurang berpengalaman, Anda terburu-buru menjatuhkan pilihan sekedar mengikuti dorongan hati. Yang penting, merasakan kebanggaan mempunyai pekerjaan. Ternyata semua tidak seindah yang dibayangkan, sehingga Anda terpaksa mengucapkan selamat berpisah dalam waktu singkat. Anda sangat kecewa atas keputusan dan kegagalan ini, tetapi di kemudian hari akan banyak belajar dari kekeliruan yang telah Anda buat.
Bahasa cinta 4: Hubungan yang langgeng dan harmonis harus diusahakan oleh kedua belah pihak.
Bahasa kerja 4: Ibarat bibit tanaman, ia akan mati jika tidak diberi pupuk dan disiram. Mempertahankan pekerjaan takkan berhasil bila bertepuk sebelah tangan. Dalam masa percobaan, bukan atasan semata yang berhak menilai kapasitas Anda, tetapi Anda juga perlu berpikir dan mengevaluasi menit demi menit apakah Anda akan mampu beradaptasi dengan senang hati di kantor. Supaya kerasan, Anda harus membina hubungan yang baik dengan klien, rekan kerja, dan atasan tentu saja.
Bahasa cinta 5: Kejenuhan yang melanda bisa diatasi dengan kreativitas.
Bahasa kerja 5: Setiap orang yang hidup dalam keteraturan pasti pernah merasa bosan, termasuk di dunia kerja. Jangan biarkan penyakit jemu itu terus menyerang! Obati sebelum semakin kronis dan menjadi borok. Ikuti kegiatan yang bervariasi untuk mengusir kejenuhan tadi, seperti kursus singkat yang menunjang tugas Anda, membaca buku karangan penulis favorit, bergaul dengan teman-teman seprofesi, atau mutasi ke bagian lain untuk memperkaya pengalaman.
Bahasa cinta 6: Uang tidak dapat membeli segala-galanya, terutama kebahagiaan.
Bahasa kerja 6: Gaji selangit memang menggiurkan, tapi ingat, tidak semua yang berkilau itu pasti emas! Lembaran rupiah (atau dolar) beserta berbagai fasilitas yang mentereng itu diperuntukkan membeli harta Anda paling berharga: waktu luang! Anda harus siap mempertaruhkan saat-saat bebas yang menyenangkan bersama teman dan keluarga, mengorbankan kesehatan Anda untuk bertempur dalam jamkerja yang panjang, mengikuti rapat-rapat yang melelahkan, dan siap dihubungi pihak perusahaan kapan saja mereka membutuhkan.
Bahasa cinta 7: Cinta tak ada artinya lagi bila sudah ternoda pengkhianatan.
Bahasa kerja 7: Pekerjaan mempersyaratkan loyalitas. Bila atasan mencuri ide Anda, rekan bisnis membocorkan rahasia proyek kepada saingan, klien tidak mau membayar sesuai kesepakatan, berarti lampu merah tanda bahaya sedang menyala. Pikiran Anda sudah melayang-layang ke pekerjaan lain yang lebih menantang? Setiap hari Anda mengarang alasan untuk bolos kerja? Tanyakan lebih lanjut apakah Anda masih menyukai tempat Anda berada sekarang.
Bahasa cinta 8: Ketika cinta harus berakhir, Anda merasa patah hati dan menyalahkan diri sendiri.
Bahasa kerja 8: Tiba-tiba atasan memberhentikan Anda tanpa alasan apapun. Meskipun menerima pesangon dan surat rekomendasi yang selayaknya, Anda tetap bertanya-tanya apa kesalahan yang membuat ia “menendang” Anda begitu rupa. Kecewa, sedih, dan marah berbaur menjadi satu. Ada masa-masa Anda berprasangka buruk pada diri sendiri, kemudian habis-habisan mencari kesalahan atasan dan menjelek-jelekkan perusahaan. Setelah emosi mereda, Anda siap bangkit kembali mencari pekerjaan baru. Pada prinsipnya, kegagalan adalah bagian dari proses kehidupan dan Anda sadar betul semua orang pernah mengalami hal itu.
Bahasa cinta 9: Cemburu dan ego berlebihan akan meretakkan hubungan.
Bahasa kerja 9: Hati Anda tak pernah terasa tentram dan puas. Rekan kerja dipromosikan, bukannya memberi selamat, Anda malah berpikir ia KKN. Teman mendapat bonus, Anda dengki sampai tak bisa tidur. Kalau terjadi terus-menerus, Anda akan dikucilkan dan bahkan kehilangan pekerjaan sendiri.
Bahasa cinta 10: Cinta itu memaafkan, namun kesabaran tetap ada batasnya.
Bahasa kerja 10: Keadaan kerap memaksa kita menelan segala kepahitan yang sekiranya masih bisa ditolerir. Dalam pekerjaan, memang tak baik melibatkan banyak perasaan. Namun jangan paksakan diri jika pekerjaan membuat Anda sakit kepala dan jadi pemarah. Cintai pekerjaan, tapi jangan lupa mencintai hati sendiri agar hidup seimbang.
Kini jelas terlihat, cinta pada pasangan tak jauh berbeda dengan cinta pada pekerjaan. Seperti halnya mencari teman hidup sejati, tidak salah jika Anda berganti-ganti pekerjaan sebelum menemukan yang benar-benar sesuai dengan hati dan berkomitmen dengannya. Demikianlah inti pesan yang disampaikan oleh artikel “Temukan Cinta Anda” di milis Motivasi Net di bawah ini (posting 29 Januari 2002):
“Bila Anda tak mencintai pekerjaan Anda, maka cintailah orang-orang yang bekerja di sana. Rasakan kegembiraan dari pertemanan itu. Dan, pekerjaan pun jadi menggembirakan.
“Bila Anda tak bisa mencintai rekan-rekan kerja Anda, maka cintailah suasana dan gedung kantor Anda. Ini mendorong Anda untuk bergairah berangkat kerja dan melakukan tugas-tugas dengan lebih baik lagi.
“Bila toh Anda juga tidak bisa melakukannya, cintai setiap pengalaman pulang pergi dari dan ke tempat kerja Anda. Perjalanan yang menyenangkan menjadikan tujuan tampak
menyenangkan juga.
“Namun, bila Anda tak menemukan kesenangan di sana, maka cintai apa pun yang bisa Anda cintai dari kerja Anda: tanaman penghias meja, cicak di atas dinding, atau gumpalan awan dari balik jendela. Apa saja.
“Bila Anda tak menemukan yang bisa Anda cintai dari pekerjaan Anda, maka mengapa Anda ada di situ? Tak ada alasan bagi Anda untuk tetap bertahan. Cepat pergi dan carilah apa yang Anda cintai, lalu bekerjalah di sana. Hidup hanya sekali. Tak ada yang lebih indah selain melakukan dengan rasa cinta yang tulus.”