Rabu, 15 Agustus 2018

KELUARGA SHANIA (29)

#pentigraf_anak_lepas
KELUARGA SHANIA (29)
*WC Tersenyum
Oleh Arie Yani

“Kami Pramuka Indonesia, manusia Pancasila. Satyaku kudarmakan, darmaku kubaktikan
agar jaya Indonesia. Indonesia tanah airku, kami jadi pandumu…” Hymne Satya Dharma Pramuka dinyanyikan dengan suara lantang oleh siswa siswi kelas 5 pada saat upacara memperingat Hari Pramuka ke 57. Kelasnya Shania mendapat tugas untuk paduan suara, dan mereka sudah mempersiapkan diri dengan latihan sejak satu minggu yang lalu setiap pulang sekolah. Dalam sambutannya, pemimpin upacara menyampaikan tema Hari Pramuka tahun ini adalah Pramuka Perekat NKRI. Mengajak seluruh siswa sebagai generasi muda yang berkreasi, berkarya dalam wadah gerakan Pramuka. Mengisi waktu mudanya dengan kegiatan yang positif dan produktif. Tumbuh menjadi generasi muda Indonesia yang unggul, hebat, kreatif, generasi yang berjuang, dan bukan sebagai generasi pecundang. Di akhir upacara ditutup dengan tepuk Pramuka bersama.

Selesai upacara Hari Pramuka, pihak sekolah mengadakan kerja bakti membersihkan seluruh lingkungan sekolah dan sekitarnya. Mulai dari lapangan, kebun, kantin sekolah, ruang perpustakaan, setiap ruang kelas hingga WC. Acara kerja bakti ini sekaligus untuk menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 73. Setiap kali acara kerja bakti, banyak siswa menghindari membersihkan WC karena jijik. Shania dan Keyra saling berpandangan, tanpa bicara mereka langsung menuju WC wanita dengan membawa peralatan untuk membersihkan. Tidak lupa mereka pun mengajak beberapa teman kelasnya. Tidak mudah mengajak teman untuk membersihkan WC, namun akhirnya Shania berhasil merayu Aya, Echie dan Ririn untuk ikut membersihkan bersama.

Tidak terasa sudah dua jam lebih mereka berlima membersihkan lima WC wanita dan akhirnya selesai. “Waaahhhh, coba lihat… WC kita sekarang bersih dan wangi. Semua kuman ketakutan dan pergi karena kerjasama kita. Sekarang bukan lagi WC yang menjijikan, tetapi WC tersenyum.” Wajah Keyra begitu bahagia sekalipun berkringat. Mereka berlima pun saling thos gembira, lalu pergi menuju ke loker untuk ambil pakaian ganti, karena pakaian mereka basah saat membersihkan WC.

Bogor, 15 Agustus 2018
#pentigrafanak
#keluargashania

Penulis yang sudah berpartisipasi:
Agust Wahyu, Arie Yani, Ypb Wiratmoko, Albertha Tirta, Merry Srifatmadewi. Siu Hong-Irene Tan, Dewi Mudatama, Yosep Yuniarto, Stella Christiani Ekaputri Widjaja, Jenny Seputro, Waty Sumiati Halim, Maria Miguel, Agusanna Ernest, Kriswo Rini, Camelia Septiyati Koto

Catatan:
- Pentigraf Anak Lepas yang bercerita tentang kehidupan Shania, siswa kelas V SD, di rumahnya, sekolah, atau lingkungannya.
- Shania memiliki satu kakak laki-laki dan satu adik perempuan.
- Anda yang berminat dapat bergabung dengan menuliskan pentigrafnyanya lalu mengirimkannya lewat inboks ke Agust Wahyu.
- Pentigraf diperuntukkan untuk anak usia sekolah dasar tentunya dengan pesan-pesan positif yang mudah dicerna oleh anak-anak.
- Pentigraf Anak Keluarga Shania selengkapnya dapat dilihat di https://anggrek-kuning.blogspot.com/
Mari kita menambah dan memperkaya bacaan buat anak-anak Indonesia

Salam Literasi

Senin, 13 Agustus 2018

KELUARGA SHANIA (28)

#pentigraf_anak_lepas
KELUARGA SHANIA (28)
*Ulang Tahun Keyra
Oleh Agust Wahyu

“Keyra… ulang tahunmu tahun ini mau dirayakan di mana?” tanya mamanya saat setelah makan malam usai. Gadis kecil kelas V SD itu terdiam sejenak dan tampaknya berpikir keras sebelum akhirnya menggeleng. Tak urung itu membuat mamanya kaget, juga papanya yang kebetulan melirik puterinya. Kali ini Keyra tak ingin merayakannya di sekolah sepeti tahun-tahun sebelumnya. Dia merasa kasihan dengan teman-temannya yang ingin merayakan tetapi tak mampu. Lalu Wina, mama Keyra menawarkan acara ulang tahunnya dirayakan di rumah. “Boleh nggak Keyra merayakannya bersama Shania?” tanya Keyra perlahan. Kebetulan ulang tahun mereka berbeda hanya 2 hari. Mamanya langsung mengangguk dan tersenyum.

Esok harinya sepulang sekolah, Keyra menjumpai Shania dan memintanya untuk pulang bersama. Keyra langsung menyampaikan rencana mamanya pada Shania dengan riang gembira. Shania cukup terkejut tetapi tak menyambutnya dengan antusias. Dia bingung. Seumur-umurnya dia belum pernah merayakan ulang tahun. Biasanya saat ulang tahun, dia hanya berdoa bersama lalu makan masakan ibunya di rumah. Pernah satu kali, dia mengantarkan kue buatan ibunya pada tetangga dekatnya. Dan kali ini Keyra menawarkan untuk merayakannya bersama. “Makasih Keyra, tetapi aku mesti tanya ibu dulu ya!” Dan Keyra kemudian menceritakan semua ini pada mamanya sesampainya di rumah.

Sore harinya, Keyra dan mamanya, yang dikenal sebagai Tante Lydwina, mendatangi rumah Shania. Kebetulan Shania sendiri yang menyambutnya. Ibunya Shania yang langsung ke luar dari dalam, “Maaf… ini kerjaan Shania,” ujarnya karena ruang tamu yang penuh kardus, buku-buku, dan pakaian bekas. “Tante, boleh nggak Shania minta sumbangan buat tambahin uang Shania untuk dikirim ke Lombok?” Shania berucap dengan cukup lantang. Keyra langsung menyahut dan mengusulkan bila ulang tahunnya tak usah pesta tetapi uangnya disumbangkan ke korban bencana gempa bumi di Lombok. Tanpa dikomando, kedua ibu itu memeluk anaknya, bangga dengan kemuliaan hati mereka.

Santa Ursula, 13 Agustus 2018

#pentigrafanak
#keluargashania
#pentigraf_aw

Penulis yang sudah berpartisipasi:
Agust Wahyu, Arie Yani, Ypb Wiratmoko, Albertha Tirta, Merry Srifatmadewi. Siu Hong-Irene Tan, Dewi Mudatama, Yosep Yuniarto, Stella Christiani Ekaputri Widjaja, Jenny Seputro, Waty Sumiati Halim, Maria Miguel, Agusanna Ernest, Kriswo Rini, Camelia Septiyati Koto

Catatan:
- Pentigraf Anak Lepas yang bercerita tentang kehidupan Shania, siswa kelas V SD, di rumahnya, sekolah, atau lingkungannya.
- Shania memiliki satu kakak laki-laki dan satu adik perempuan.
- Anda yang berminat dapat bergabung dengan menuliskan pentigrafnyanya lalu mengirimkannya lewat inboks ke Agust Wahyu.
- Pentigraf diperuntukkan untuk anak usia sekolah dasar tentunya dengan pesan-pesan positif yang mudah dicerna oleh anak-anak.
- Pentigraf Anak Keluarga Shania selengkapnya dapat dilihat di https://anggrek-kuning.blogspot.com/
Mari kita menambah dan memperkaya bacaan buat anak-anak Indonesia

Salam Literasi

Sabtu, 11 Agustus 2018

KELUARGA SHANIA (27)

#pentigraf_anak_lepas
KELUARGA SHANIA (27)
*Rumah Singgah
Oleh Merry Srifatmadewi

Ibu Maryati menyuruh murid-murid boleh berkelompok atau sendiri untuk melakukan bakti sosial. Karena rumah temannya jauh jadi Shania memilih sendiri untuk bakti sosial. Di kompleks perumahan tempat Shania tinggal ada rumah singgah. Informasi tersebut diketahui dari unduh di internet. Shania belum pernah pergi ke sana dan bukan hanya Shania yang tidak tahu tetapi keluarganya juga belum pernah mendengar. Rumah singgah yang di sana adalah tempat murid-murid belajar les atau kursus secara gratis. Mereka dari kalangan keluarga miskin seperti anak pemulung, anak loper koran yang sehari-harinya tetap bersekolah.

Pulang sekolah Shania langsung menuju ke rumah singgah dan mengutarakan maksud kedatangannya. Di sana ada pengajar dari luar negeri mengajar bahasa Inggris. Shania diwawancarai mau mengajar kelas berapa dan memilih mengajar kelas 1 SD dan didampingi dengan pengajar lainnya. Shania juga ditanya apakah mau mengajar setiap hari dan Shania memilih mengajar di hari Sabtu dimana dia libur sekolah supaya tidak mengganggu pelajarannya di sekolah. Serta Shania mau mengajar mata pelajaran apa. Ketika Shania datang sudah ada 7 orang murid yang harus diajarnya. Penampilannya rapi, semua anak sekolahan bukan anak yang tidak sekolah. Sempat terkejut muridnya cukup banyak yang harus diajarnya menulis, membaca dan menghitung tapi itu tidak menyurutkan niat Shania.

Shania menghampiri satu persatu murid dan menanyakan kendala yang dihadapi. Lalu mengajarkan apa yang kurang dimengerti dengan penuh kesabaran sementara pengajar di muka kelas mengajar sesuai kurikulum yang ditentukan rumah singgah. Hati Shania sangat senang sekali bisa berbagi. Ingin sekali dia mengajar di hari lainnya atau mengajar mata pelajaran lainnya. Demi membulatkan tekad, Shania jauh-jauh hari sudah mempersiapkan diri belajar pelajaran yang belum diajarkan di sekolahnya. Sehingga Shania bisa menambah waktu untuk mengajar 2x seminggu. Walau masih kecil bukan berarti Shania tidak bisa bersumbangsih.

Jakarta, 19 Juli 2018.
#pentigrafSF
#pentigrafanak
#keluargashania

Penulis yang sudah berpartisipasi:
Agust Wahyu, Arie Yani, Ypb Wiratmoko, Albertha Tirta, Merry Srifatmadewi. Siu Hong-Irene Tan, Dewi Mudatama, Yosep Yuniarto, Stella Christiani Ekaputri Widjaja, Jenny Seputro, Waty Sumiati Halim, Maria Miguel, Agusanna Ernest, Kriswo Rini, Camelia Septiyati Koto

Catatan:
- Pentigraf Anak Lepas yang bercerita tentang kehidupan Shania, siswa kelas V SD, di rumahnya, sekolah, atau lingkungannya.
- Shania memiliki satu kakak laki-laki dan satu adik perempuan.
- Anda yang berminat dapat bergabung dengan menuliskan pentigrafnyanya lalu mengirimkannya lewat inboks ke Agust Wahyu.
- Pentigraf diperuntukkan untuk anak usia sekolah dasar tentunya dengan pesan-pesan positif yang mudah dicerna oleh anak-anak.
- Pentigraf Anak Keluarga Shania selengkapnya dapat dilihat di https://anggrek-kuning.blogspot.com/
Mari kita menambah dan memperkaya bacaan buat anak-anak Indonesia

Salam Literasi

KELUARGA SHANIA (26)

#pentigraf_anak_lepas
KELUARGA SHANIA (26)
*Akal Bulus
Oleh Merry Srifatmadewi

Baru saja terjadi pada Shania, tasnya digondol maling. Benar-benar tak habis pikir menolong orang akhirnya berbuah pahit sepahit empedu. Membuat trauma dan kapok untuk menolong sesama yang selama ini tertanam dalam hati Shania.

Pulang sekolah Shania dan Danny berjalan ke Lapangan Banteng. Sebuah motor berhenti dan mengaku dari instansi tempat ibadah di luar Jakarta meminta bantuan ditunjukkan arah sekolah swasta yang berada di bawah naungan tempat ibadah tersebut. Shania dengan senang hati membantu dan naik ke motor si pengendara. Danny menunggu di Lapangan Banteng karena jarak sekolah yang hendak dituju tidak jauh dari tempat mereka berada. Baru berjalan sebentar Shania diminta turun di sebuah gereja tak jauh dari Lapangan Banteng karena si pengendara punya barang ketinggalan. Shania percaya penuh.

Sementara itu si pengendara balik menemui Danny dan meminta tas Shania. Danny percaya dan memberikannya. Tunggu punya tunggu sekian lama Shania berinisiatif menemui Danny, Dannypun menunggu Shania kembali dari "sekolah." "Tas kamu kok tidak dibawa, tadi kamu memintanya," kata Danny. Tersadarlah mereka telah ditipu. Tas baru berisi buku-buku baru, gawai baru karena belum lama dibeli setelah hilang, jas laboratorium, dan sebagainya hilang lenyap. Malam itu juga Shania ditemani mamanya setelah dilaporkan via gawai Danny, cepat-cepat menjemput dan bergerak untuk berbelanja kebutuhan sekolah sebelum toko buku tutup setengah jam lagi.

Jakarta, 9 Agustus 2018.
#pentigrafSF
#pentigrafanak
#merrysrifatmadewi

Penulis yang sudah berpartisipasi:
Agust Wahyu, Arie Yani, Ypb Wiratmoko, Albertha Tirta, Merry Srifatmadewi. Siu Hong-Irene Tan, Dewi Mudatama, Yosep Yuniarto, Stella Christiani Ekaputri Widjaja, Jenny Seputro, Waty Sumiati Halim, Maria Miguel, Agusanna Ernest, Kriswo Rini, Camelia Septiyati Koto

Catatan:
- Pentigraf Anak Lepas yang bercerita tentang kehidupan Shania, siswa kelas V SD, di rumahnya, sekolah, atau lingkungannya.
- Shania memiliki satu kakak laki-laki dan satu adik perempuan.
- Anda yang berminat dapat bergabung dengan menuliskan pentigrafnyanya lalu mengirimkannya lewat inboks ke Agust Wahyu.
- Pentigraf diperuntukkan untuk anak usia sekolah dasar tentunya dengan pesan-pesan positif yang mudah dicerna oleh anak-anak.
- Pentigraf Anak Keluarga Shania selengkapnya dapat dilihat di https://anggrek-kuning.blogspot.com/
Mari kita menambah dan memperkaya bacaan buat anak-anak Indonesia

Salam Literasi

KELUARGA SHANIA (25)

#pentigraf_anak_lepas
KELUARGA SHANIA (25)
*Shania Bertemu Beckham
Oleh : Yosep Yuniarto

"Shania, ayo bangun. Sudah waktunya les Inggris," suara mama membuyarkan mimpi indah Shania. Gadis kecil itu menggeram kesal sambil merapatkan selimutnya. Dua kali seminggu Shania les Inggris di tempat Kak Stella, tetangganya. Lesnya pukul setengah empat, itu tepat di tengah-tengah waktu tidur siangnya. Shania benar-benar tidak suka disuruh pergi les, apalagi karena bahasa inggrisnya paling pintar di kelas. Yang diajarkan kak Stella sudah jauh melebihi kurikulum di sekolah. Biasanya kakaknya menggoda, siapa tahu Shania nanti punya pacar orang bule keren. Seperti si ganteng David Beckham, mantan kapten tim nasional sepakbola Inggris yang posternya terpajang besar di ruang keluarga. Shania biasa pergi les dengan muka cemberut sambil bersungut-sungut. Kak Stella sudah biasa melihatnya seperti itu.

Suatu hari saat upacara, Bu Veronika mengumumkan kalau siang nanti akan ada seorang tamu istimewa. Namanya David Beckham, dia berkunjung sebagai duta khusus Unicef, yaitu salah satu badan PBB yang bergerak di bidang anak-anak. Shania menjadi sangat antusias untuk bertemu dengan Beckham. Ia langsung membayangkan papa dan kakaknya tidak akan percaya saat mendengar ceritanya nanti. Sekitar pukul 11 sang tamu yang ditunggu datang. Siswa-siswi kelas 4-6 berkumpul di aula sekolah untuk menyambut dan berinteraksi dengan Beckham. Seorang pria yang berdiri di samping Beckham bertindak sebagai penerjemah. Beberapa anak yang dianggap paling mampu berbahasa Inggris dipilih untuk maju ke depan mewakili sekolah untuk berdialog dengan Beckham. Tentu saja Shania terpilih.

Teman-temannya terpana saat mendengar Shania dengan lancar bertanya dan juga menjawab pertanyaan-pertanyaan Beckham tanpa perlu penerjemah. "You are a very smart girl!" puji Beckham sembari memberikan sebuah souvenir kecil kepada Shania. Mereka juga sempat berfoto bersama. Shania pulang dengan hati riang. Ternyata tidak sia-sia les yang diikutinya sejak kelas 1 SD. Shania berjanji dalam hati akan terus belajar lebih rajin dan semangat. Ia bertekad untuk bisa menguasai bahasa Inggris sepenuhnya secara fasih, agar dia dapat berkomunikasi dan berteman dengan banyak orang di seluruh dunia. Sore itu untuk pertama kalinya, Shania tidak sabar untuk segera pergi les dan menceritakan pengalaman istimewanya pada Kak Stella.

Tegal, 8 Agustus 2018
#keluargashania

Penulis yang sudah berpartisipasi:
Agust Wahyu, Arie Yani, Ypb Wiratmoko, Albertha Tirta, Merry Srifatmadewi. Siu Hong-Irene Tan, Dewi Mudatama, Yosep Yuniarto, Stella Christiani Ekaputri Widjaja, Jenny Seputro, Waty Sumiati Halim, Maria Miguel, Agusanna Ernest, Kriswo Rini, Camelia Septiyati Koto

Catatan:
- Pentigraf Anak Lepas yang bercerita tentang kehidupan Shania, siswa kelas V SD, di rumahnya, sekolah, atau lingkungannya.
- Shania memiliki satu kakak laki-laki dan satu adik perempuan.
- Anda yang berminat dapat bergabung dengan menuliskan pentigrafnyanya lalu mengirimkannya lewat inboks ke Agust Wahyu.
- Pentigraf diperuntukkan untuk anak usia sekolah dasar tentunya dengan pesan-pesan positif yang mudah dicerna oleh anak-anak.
- Pentigraf Anak Keluarga Shania selengkapnya dapat dilihat di https://anggrek-kuning.blogspot.com/
Mari kita menambah dan memperkaya bacaan buat anak-anak Indonesia

Salam Literasi

Senin, 06 Agustus 2018

KELUARGA SHANIA (24)

#Pentigraf_anak_lepas
KELUARGA SHANIA (24)
*Klepon
Oleh Kriswo Rini

Sudah lama Budhe Lis, budhenya Shania tidak bertemu dengan keponakan kesayangannya itu. Untuk mengobati rasa kangennya ia mengajak Shania bermalam di rumahnya. Kebetulan Pakdhe Ben suaminya sedang dinas ke luar kota. Jadi ada alasan untuk meminta Shania menemaninya. Siang tadi sewaktu menjemput Shania, Budhe Lis bilang, di rumahnya ada Klepon. Seketika Shania membayangkan kue bulat berwarna hijau, dengan taburan kelapa parut. Hidungnya sudah mencium aroma daun pandan. Dan lidahnya seperti merasakan manis dan legit lelehan gula merahnya. Membuat Shania ingin cepat-cepat sampai ke rumah budhenya.

"Klepon, di manakah kamu?" teriak Budhe Lis, membuat Shania curiga. Seekor anak anjing lucu mendatangi mereka dengan lidah terjulur. Ekornya bergerak gerak. Lalu berlarian riang memutari Budhe Lis dan Shania. Bayangan kue klepon yang menari di depan matanya seketika mengabur. Budhe Lis nampak begitu sayang kepada anjing kecil itu. Shania sedikit merasa geli, jadi ia berusaha menghindari si Klepon. Ia masuk ke ruang makan. Saat itulah rasa kecewanya langsung hilang. Di meja makan Budhe Lis sudah terhidang kue klepon kesukaannya. "Wow! Terimakasih, budhe," kata Shania. Budhe Lis mengangguk sambil menyalakan kompor merebus air, untuk membuat teh.

Shania mencuci tangannya sebelum mengambil sebutir kue klepon. Lalu ia teringat anggrek yang pernah ditanamnya diteras Budhe Lis. Ia menuju teras, pandangannya takjub dengan bunga bunga anggrek yang indah. Budhe Lis menghampirinya, ia menyiram bunga-bunga itu. Lalu asyik mengobrol dengan Shania. Tiba-tiba Klepon mendengking, berlari kearah mereka. Ujung daster Budhe Lis digigitnya. Shania berusaha menghalau anak anjing itu. Namun klepon menyalak dengan keras. Berlari ke arah dapur. Budhe Lis dan Shania akhirnya mengikuti. Di pintu dapur terdengar suara berdenging keras. Rupanya Budhe Lis dan Shania melupakan air yang direbus dalam ketel. Untung saja ada Klepon anak anjing pintar yang mengingatkan mereka. Sekarang Shania mau mendekati si Klepon. Ia pun merasa sayang seperti yang dirasakan Budhe Lis.

Boyolali, 6 Agustus 2018
#keluargashania

Penulis yang sudah berpartisipasi:
Agust Wahyu, Arie Yani, Ypb Wiratmoko, Albertha Tirta, Merry Srifatmadewi. Siu Hong-Irene Tan, Dewi Mudatama, Yosep Yuniarto, Stella Christiani Ekaputri Widjaja, Jenny Seputro, Waty Sumiati Halim, Maria Miguel, Agusanna Ernest, Kriswo Rini, Camelia Septiyati Koto

Catatan:
- Pentigraf Anak Lepas yang bercerita tentang kehidupan Shania, siswa kelas V SD, di rumahnya, sekolah, atau lingkungannya.
- Shania memiliki satu kakak laki-laki dan satu adik perempuan.
- Anda yang berminat dapat bergabung dengan menuliskan pentigrafnyanya lalu mengirimkannya lewat inboks ke Agust Wahyu.
- Pentigraf diperuntukkan untuk anak usia sekolah dasar tentunya dengan pesan-pesan positif yang mudah dicerna oleh anak-anak.
- Pentigraf Anak Keluarga Shania selengkapnya dapat dilihat di https://anggrek-kuning.blogspot.com/
Mari kita menambah dan memperkaya bacaan buat anak-anak Indonesia

Salam Literasi

KELUARGA SHANIA (23)

#pentigraf_anak_lepas
KELUARGA SHANIA (23)
*Pengakuan Shania
Oleh Camelia Septiyati Koto

Beberapa hari ini Shania selalu menghidar dari ibu, jika ibu menayakan hasil belajarnya disekolah maupun hasil pekerjaan rumahnya. Tidak seperti hari-hari kemarin Shania selalu meminta ibu untuk membantu atau menemaninya belajar atau pun mengerjakan tugas-tugasnya. Ibu hanya berfikir kalau Shania mungkin tidak mengalami kesulitan dalam belajar. Dan sambil menyiapkan makan malam ibu memperhatikan Shania, dan ibu merasa sepertinya ada yang disembunyikannya. Saat makan malam selesai ibu mencoba bertanya pada Shania bagaimana hasil tugas-tugas atau PR nya, saat itu Shania hanya berkata belum di nilai oleh ibu guru.

Sebetulnya tanpa sepengetahuan Shania ibu selalu memgecek hasil pelajaran Shania. Apakah Shania sudah menyelesaikan tugasnya atau Shania mengalami kesulitan. Dan ibu sudah melihat hasil tugas pekerjaan rumah Shania yang mendapat nilai 50.. Ibu hanya ingin Shania jujur dan mengakui sendiri nilainya, bukan karena paksaan ibu.

Saat ibu sedang merapihkan meja makan dan mencuci piring-piring kotor. Shania mendekati ibu, dengan wajah agak takut-takut Shania terdiam di samping ibu. Ibu tahu pasti ada sesuatu yang ingin Shania katakan pada ibu. Ibu sangat mengenal Shania, ia tidak pernah berbohong. "Ibu nilai tugas pekerjaan rumah Shania sudah dinilai, dan hasil nilainya 50. Shania minta maaf, Bu." Lalu ibu memeluk Shania dan mengatakan kalau ibu tidak akan marah, ibu hanya bilang mulai besok Shania harus lebih tekun lagi belajar. Dan Shania mengakui kalau ia tidak memperhatikan tugas yang diberikan oleh Ibu Christi, ia sibuk memainkan bolpoint baru milik Keyra. Sehingga ia salah mengerjakan tugasnya, dan Shania berjanji pada ibu kalau ia tidak akan mengulanginya lagi.

Kampung Sawah, 5 Agustus 2018
#keluargashania

Penulis yang sudah berpartisipasi:
Agust Wahyu, Arie Yani, Ypb Wiratmoko, Albertha Tirta, Merry Srifatmadewi. Siu Hong-Irene Tan, Dewi Mudatama, Yosep Yuniarto, Stella Christiani Ekaputri Widjaja, Jenny Seputro, Waty Sumiati Halim, Maria Miguel, Agusanna Ernest, Kriswo Rini, Camelia Septiyati Koto

Catatan:
- Pentigraf Anak Lepas yang bercerita tentang kehidupan Shania, siswa kelas V SD, di rumahnya, sekolah, atau lingkungannya.
- Shania memiliki satu kakak laki-laki dan satu adik perempuan.
- Anda yang berminat dapat bergabung dengan menuliskan pentigrafnyanya lalu mengirimkannya lewat inboks ke Agust Wahyu.
- Pentigraf diperuntukkan untuk anak usia sekolah dasar tentunya dengan pesan-pesan positif yang mudah dicerna oleh anak-anak.
- Pentigraf Anak Keluarga Shania selengkapnya dapat dilihat di https://anggrek-kuning.blogspot.com/
Mari kita menambah dan memperkaya bacaan buat anak-anak Indonesia

Salam Literasi