Senin, 24 September 2018

KELUARGA SHANIA (42)

#pentigraf_anak_lepas
KELUARGA SHANIA (42)
*Kue Bulan
Oleh Agust Wahyu

Mentari belum menampakkan sinarnya dengan jelas, karena ditutupi dengan awan mendung. Minggu ketiga bulan September, hujan mulai turun di beberapa tempat tapi belum merata. Jam mungil di pergelangan tangan Keyra baru menunjukkan pukul 06.25. Halaman sekolah belum begitu ramai, tetapi Keyra dan teman-temannya sudah berkumpul di halaman depan kelasnya. Ada Shania, Ella, Shinta, Irene, Merry, Sonya dan ketambahan satu orang cowok yang tiba-tiba mendekat, Yosep. Keyra mengeluarkan kotak makanan yang cukup besar dari tas jinjing yang biasanya digunakan untuk membawa bekal ke sekolah. Pandangan teman-teman yang mengelilinginya terarah pada kotak yang cukup besar itu. Pelan-pelan Keyra membukanya, “Wow…,” beberapa suara terlontar dari mulut mereka dan suara paling keras dari Yosep sehingga membuat beberapa yang berada tak jauh dari mereka menoleh.

Keyra membawa kue bulan dari sebuah restoran untuk dibagi dengan teman-temannya. Tetapi karena temannya banyak, dia membaginya jadi dua dan satu kue yang tidak dipotong dan menjadi bagian terakhir buat Shania. Hari ini di seluruh pelosok dunia merayakan Festival Kue Bulan (Moon Cake Festival). Dongeng populer China berkisah, pada masa pemerintahan Kaisar Yao (2000 SM), terdapat seorang pema¬nah ulung bernama Hou Yi. Kala itu, bumi dikitari 10 matahari yang bergantian menyinari bumi. Namun, suatu hari, kesepuluh matahari muncul bersamaan sehingga bumi pun panas tak terkira. Sang kaisar memerintahkan Hou Yi memanah sembilan matahari hing¬ga tersisa satu matahari saja. Singkat cerita, atas keberhasilannya, Hou Yi pun diberi ganjaran pil keabadian. Pada suatu hari, seorang penjahat bernama Feng Meng menye¬linap ke kediaman Hou Yi dan bermaksud mencuri pil keabadian. Agar tidak jatuh ke tangan yang salah, Chang Er (istri Hou Yi) menelan pil itu. Tiba-tiba, Chang Er mendapati dirinya terbang ke langit menuju bulan. Untuk menghargai pengorbanan Chang Er dan menyerukan perdamaian di muka bumi serta sebagai ungkapan rasa syukur, masyarakat China mewujudkannya melalui kue yang manis dan buah-buahan. Konon, hingga kini dipercaya bahwa selama pertengahan musim gugur, saat bulan bulat penuh dan bersinar benderang, tampak siluet bayangan Chang Er, yang kemudian dikenal sebagai Dewi Bulan.

“Shin, nggak mau kuenya? Buatku aja,” Yosep yang masih mengunyah kue bulan gigitan terakhir agaknya masih kurang. Shinta langsung membungkusnya dengan kertas tisu dan menyimpannya di tas. Shania mendekatinya dan membuat Yosep segera kabur. Shinta lalu mengatakan bahwa dia akan menunjukkan pada orang tuanya lalu akan membagi dengan adiknya yang juga belum pernah merasakan kue yang enak dan mahal seperti itu. Shania terenyuh. Di lihat sekelilingya, setelah dirasa taka da yang melihat mereka, dia mengambil kue pemberian Keyra lalu di masukkannya ke dalam tas Shinta. Shania merasa dia sudah biasa mendapatkannya, biarlah kali ini Shinta ikut merasakannya. Tak perlu menunggu malam saat bulan purnama, Shinta sudah dapat melihat Dewi Bulan malahan ada dua, di wajah Shania dan Keyra.

Kampung Sawah, 24 September 2018
#pentigraf_aw
#pentigrafanak
#keluargashania

Penulis yang sudah berpartisipasi:
Agust Wahyu, Arie Yani, Ypb Wiratmoko, Albertha Tirta, Merry Srifatmadewi. Siu Hong-Irene Tan, Dewi Mudatama, Yosep Yuniarto, Stella Christiani Ekaputri Widjaja, Jenny Seputro, Waty Sumiati Halim, Maria Miguel, Agusanna Ernest, Kriswo Rini, Camelia Septiyati Koto

Catatan:
- Pentigraf Anak Lepas yang bercerita tentang kehidupan Shania, siswa kelas V SD, di rumahnya, sekolah, atau lingkungannya.
- Shania memiliki satu kakak laki-laki dan satu adik perempuan.
- Anda yang berminat dapat bergabung dengan menuliskan pentigrafnyanya lalu mengirimkannya lewat inboks ke Agust Wahyu.
- Pentigraf diperuntukkan untuk anak usia sekolah dasar tentunya dengan pesan-pesan positif yang mudah dicerna oleh anak-anak.
- Pentigraf Anak Keluarga Shania selengkapnya dapat dilihat di https://anggrek-kuning.blogspot.com/
Mari kita menambah dan memperkaya bacaan buat anak-anak Indonesia

Salam Literasi

Tidak ada komentar: