Rabu, 12 Maret 2008

Persahabatan

Dan seorang remaja berkata, bicaralah pada kami tentang Persahabatan.

Dan dia menjawab:

Sahabat adalah keperluan jiwa, yang mesti dipenuhi.

Dialah ladang hati, yang kau taburi dengan kasih dan kau tuai dengan penuh rasa terima kasih.

Dan dia pulalah naungan dan pendianganmu.

Kau menghampirinya saat hati lupa dan mencarinya saat jiwa ingin kedamaian.

Bila dia berbicara, mengungkapkan fikirannya, kau tidak takut membisikkan kata ”Tidak” di kalbumu sendiri, pun tidak kau menyembunyikan kata “Ya”.

Dan bilamana dia diam, hatimu berhenti dari mendengar hatinya; karena tanpa ungkapan kata, dalam persahabatan, segala fikiran, hasrat, dan keinginan dilahirkan bersama dan dipertemukan dengan kegembiraan tiada terkirakan.

Di kala berpisah dengan sahabat, janganlah kau berdukacita; Karena yang paling kau kasihi dalam dirinya, mungkin kau nampak lebih jelas dalam ketiadaannya, bagai sebuah gunung bagi seorang pendaki, nampak lebih agung daripada tanah ngarai dataran.

Dan tidak ada maksud lain dari persahabatan kecuali saling memperkaya jiwa.

Karena cinta yang mencari sesuatu di luar jangkauan misterinya, bukanlah cinta , tetapi sebuah jala yang ditebarkan: hanya menangkap yang tidak diharapkan.

Dan persembahkanlah yang terindah bagi sahabatmu.

Jika dia harus tahu musim surutmu, biarlah dia mengenali pula musim pasangmu.
Apa gunanya sahabat jika kau mencarinya untuk sekadar bersama dalam membunuh waktu?

Carilah ia untuk bersama menghidupkan sang waktu!

Karena dialah yang bisa mengisi kekuranganmu, bukan mengisi kekosonganmu.
Dan dalam manisnya persahabatan, biarkanlah ada tawa ria dan kegembiraan...

Karena dalam titisan kecil embun pagi, hati manusia menemui fajar dan gairah kehidupan.


(Khalil Gibran)

1 komentar:

hazeleyed lady mengatakan...

Indahnya persahabatan.
Muga kita bisa bersahabat.