Jumat, 08 Juni 2018

SEMBURAT MERAH JINGGA (89)

#pentigraf_serial
SEMBURAT MERAH JINGGA (89)
*Wedding Expo
Oleh Jenny Seputro

Hari Jumat siang, kulihat di gawaiku ada dua panggilan tak terjawab dari Kanya. Kutelepon dia, dan dengan semangat Kanya mengatakan ada sebuah wedding expo di mal dekat rumahnya. Dia mengajakku ke sana sepulang kerja nanti. Aku setuju. Meskipun tanggalnya belum ditentukan, tapi kami perlu bayangan bagaimana pesta itu akan dilangsungkan. Bridal mana yang akan dipilih, dari mana pesan kue dan dekorasi, juga foto dan MC tentunya yang berperan sangat besar dalam sebuah pesta. Kami juga perlu membandingkan harga dan berbagai paket yang ditawarkan. Wedding expo adalah tempat yang paling tepat untuk memulai.

Sorenya aku menjemput Kanya dan kami langsung menuju mal. Sepanjang jalan Kanya dengan semangat menggambarkan seperti apa pesta yang diinginkannya. Bagaimana model gaunnya, kue lima tingkat, bahkan sampai pilihan menu makanannya. Aku hanya senyum-senyum melihat betapa antusias dirinya ingin menikahiku. Karena sudah lapar, kami makan cepat-cepat lalu turun ke lantai dasar yang penuh dengan tenda-tenda berisi berbagai pernak-pernik pernikahan. Terlihat banyak pasangan muda mondar-mandir mengumpulkan brosur. Aku tidak tahu harus mulai dari mana. Tapi anehnya, Kanya seperti sudah tahu tenda mana yang harus dikunjungi. Dia tahu bridal mana yang punya koleksi dan paket terbaik, dan studio mana yang paling bagus juga ekonomis.

Tak pernah kusangka Kanya sudah begitu banyak meriset tentang pesta pernikahan. Enak juga sekarang aku tidak perlu terlalu repot. Biar Kanya yang memilih sesuai seleranya, kalau dia bahagia akupun ikut bahagia. Aku mengikuti Kanya sampai di sebuah tenda MC dan wedding organizer. Kulihat seorang waria dengan pakaian nyentrik membagi-bagi brosur. Yang membuatku kaget adalah saat dia melihat Kanya. "Aduuuh, Mbak Kanya, kok baru kelihatan lagi. Eike kangen lhooo," katanya dengan kemayu sambil langsung cipika cipiki, "mana Mas Jo?" Kanya langsung terlihat salah tingkah, begitu juga si banci saat melihatku berjalan mendekat. Aku tak ingin berbasa-basi dan langsung kutinggalkan tempat itu. Di belakangku, kudengar Kanya berlari-lari kecil sambil memanggil-manggil namaku.

Perth, 4 Juni 2018
#semburatmerahjingga

Tidak ada komentar: