Kamis, 21 Juni 2018

SEMBURAT MERAH JINGGA (93)

#pentigraf_serial
SEMBURAT MERAH JINGGA (93)
*Bekal Pranikah
Oleh Yosep Yuniarto

Tiba-tiba gawaiku berbunyi. Spontan aku pun menoleh. Owh.. Ternyata dokter Edward! Kebetulan sekali aku sedang membutuhkan seseorang untuk diajak bicara. Aku bisa berbincang-bincang kembali dengan sahabatku ini. Dokter Edward mendengarkan dengan seksama semua penuturanku. Setelah itu barulah dia mengeluarkan pendapatnya. Saat dulu aku baru tahap kenal, naksir, 'pedekate' dengan Kanya, memang boleh-boleh saja jika aku mencari info, mendengar pendapat, saran, masukan dari berbagai pihak tentang sosok Kanya. Hal itu sebagai bahan pertimbangan sebelum aku mengambil keputusan, apakah sudah yakin untuk 'menembak' yaitu mencoba meningkatkan hubungan ke jenjang lebih lanjut yaitu berpacaran atau sebaliknya memutuskan untuk 'mundur teratur'. Namun saat hubungan itu sudah menjejak tahap yang lebih serius yaitu hendak atau terlebih sudah menikah, maka itu saatnya aku harus bisa 'menutup telinga' rapat-rapat terutama dari komentar-komentar miring atau negatif oleh siapa pun. Karena sebagai seorang istri, maka otomatis Kanya itu juga sudah menjadi bagian dari diri dan hidupku sendiri yang harus aku kasihi dengan sepenuh hati. Aku juga harus bisa menerima segala kelebihan dan kekurangan dia apa adanya karena memang tak ada manusia yang sempurna.

Di dalam mobil aku merenungkan kembali semua kata-kata dokter Edward. Aku menghidupkan radio yang kebetulan sedang memutar lagunya Kirey yang berjudul Terlalu. Entah mengapa semua lirik kata-kata dalam lagu itu bisa secara tepat seolah-olah mencerminkan dan mewakili ungkapan jeritan hati Kanya sejak beberapa waktu yang lalu dan mungkin hingga kini. Aku yang masih saja terus ragu, sering mempertanyakan cinta dan kesetiaan Kanya kepadaku. Padahal kami sudah sekian lama bersama. Tak bijak rasanya jika aku masih terus mencurigai Kanya. Aku harus bisa membuang rasa cemburu dan menepis rasa egoku. Melupakan semua hal yang sudah terjadi di masa lalu dan menatap jalan untuk kami berdua menuju masa depan yang bahagia penuh dengan harapan.

Sesaat aku kembali dihinggapi rasa bersalah terhadap Kanya. Aku mengakui selama ini sudah sering bersikap kurang adil kepada dia. Untunglah sekarang aku sudah menyadari semua kekeliruanku tersebut. Aku baru saja sampai di depan rumah dan hendak turun dari mobil ketika gawaiku kembali berbunyi, ternyata dari dokter Edward kembali. Dengan nada setengah bercanda sahabatku itu bilang hendak memberiku sebuah 'peer' pertanyaan yang harus bisa aku jawab paling lama dalam waktu satu minggu. Edward memutuskan pembicaraan telepon dan tak lama kemudian sebuah pesan masuk dari dia. Apa yang terpenting dalam suatu hubungan supaya tetap langgeng? A. Cinta. B. Pengertian. C. Komitmen. D. Komunikasi.

Tegal, 10 Juni 2018

Tidak ada komentar: