Senin, 04 Juni 2018

SEMBURAT MERAH JINGGA (87)

#pentigraf_serial
SEMBURAT MERAH JINGGA (87)
*Kemesraan
Oleh Merry Srifatmadewi

Pagi-pagi sekali aku sudah mandi. Tubuhku harum segar. Hatiku terasa plong. Kupakai kemeja yang paling disukai Kanya, hem berwarna biru garis-garis putih. Kusemprotkan sedikit parfum untuk menambah daya tarik. Teringat kata Kanya, aku tampak lebih muda bila pakai kemeja itu. Terbayang senyum Kanya yang manis di pelupuk mata. Kupantaskan diriku di depan cermin. Benar, diriku lebih muda, lebih segar, lebih ganteng bila memakai kemeja ini. Selesai berpakaian rapi jali, aku pamit pada ibu dan bapak. "Keren banget anak ibu!" kata ibu sumringah. "Siapa dulu bapaknya?" kata bapak bercanda. Kami semua tertawa. Bapak dan ibu mengantarku hingga masuk ke dalam mobil.

Hatiku begitu riang berdendang menuju rumah Kanya. Jenny menyambut kedatanganku. Dia selalu hafal suara mobilku. "Tunggu sebentar ya, Don. Kanya baru selesai mandi. Kamu tumben datang lebih pagian hari ini," goda Jenny. Aku tersenyum simpul. Kanya terlihat terkejut melihat kedatanganku. Dia tidak mendengar suara mobil atau mengetahui kedatanganku karena sedang berada di kamar mandi. Kanya begitu cantik sekali, masih memakai daster hendak sarapan. "Mas Don, kita sarapan sama-sama ya..." Aku menganggukkan kepala. Kami makan bertiga menikmati hari yang baru.

Sambil menunggu Kanya berganti pakaian, aku mengobrol dengan Jenny. "Don, bila kamu menikah nanti tolong ingat jangan pakai dasi kupu-kupu. Kanya paling tidak suka dasi kupu-kupu," Jenny bicara sambil senyum-senyum. "Mirip Jojon," sambung Jenny. Kami tertawa terbahak-bahak. Kanya keluar dari kamar, cantik sekali dengan dandanan tipis. Makin terpesona melihatnya. Aku dan Kanya segera berangkat ke kantor. Di perjalanan seorang pengemudi motor memberi aba-aba bahwa knalpotku keluar api. Aku sama sekali tidak menggubris. Kanya takut jika mobil benar-benar terbakar. Kutenangkan Kanya, kuceritakan bahwa itu akal bulus penjahat. Kanya semakin panik karena sudah tiga pengemudi motor yang berbeda memberitahu dan menunjuk ke arah knalpot.

Jakarta, 2 Juni 2018.
#pentigrafSF
#semburatmerahjingga

Tidak ada komentar: